
Mie Goreng Jawa
Makan Malam • Indonesia
Tentang Mie Goreng Jawa
Mie Goreng Jawa adalah hidangan mie goreng khas Jawa Tengah dan Yogyakarta, berbeda dengan mie goreng di warung Chinese food. Versi Jawa ini biasanya memakai mie telur kuning yang digoreng bersama ayam suwir, kol, sawi, tomat, dan kadang telur, dibumbui campuran bawang, kemiri, kecap manis, serta merica yang memberikan ciri rasa gurih manis pedas. Di warung atau kaki lima, mie goreng Jawa selalu dimasak dadakan di atas tungku arang, menghasilkan aroma khas smokey yang sulit ditiru. Sering disantap malam hari di angkringan atau diwarung, lengkap dengan irisan cabe rawit dan kerupuk sebagai pelengkap. Jika diperhatikan dari sisi kalori, seporsi mie goreng Jawa (sekitar 200 gram) bisa mengandung lebih dari 400 kalori, mayoritas dari karbohidrat mie dan kecap. Kandungan lemak cukup terasa karena digoreng dengan minyak, sementara proteinnya berasal dari telur dan ayam. Porsi sepiring warung cukup mengenyangkan, sehingga sebaiknya dipadukan dengan sayur tumis tambahan atau perbanyak lauk protein kalau ingin makan lebih sehat. Buat yang ingin menjaga asupan kalori, bisa meminta lebih sedikit minyak atau minta setengah porsi tanpa telur.
Ingredients
- 150g mie basah telur (mie kuning)
- 60g ayam kampung suwir
- 2 lembar kol, iris kasar
- 3 siung bawang putih
- 2 siung bawang merah
- 1 butir telur ayam
- 2 sdm kecap manis
- Sedikit merica dan garam
How to Make
- 1Haluskan bawang putih, bawang merah, dan sedikit lada lalu tumis hingga harum.
- 2Masukkan ayam suwir dan tumis sebentar hingga tercampur rata.
- 3Tambah mie kuning basah, aduk rata dengan bumbu.
- 4Masukkan irisan kol dan telur, orak-arik bersama mie.
- 5Tuang kecap manis, garam, dan aduk hingga semua tercampur rata dan mie agak kering.
- 6Angkat dan sajikan panas dengan irisan tomat dan cabe rawit sesuai selera.
Nutrition Facts
| Nutrient | Per 100g |
|---|---|
| Energy | 215.0 kcal |
| Protein | 7.0 g |
| Carbohydrates | 32.0 g |
| Total Fat | 7.0 g |
| Fiber | 2.0 g |
Cultural Notes
Mie Goreng Jawa populer di angkringan dan warung pinggir jalan daerah Yogya dan Solo, terkenal dengan rasa manis gurih serta cara masaknya yang selalu langsung di atas arang.


