
Nasi Goreng Seafood
Makan Malam • Indonesia
Tentang Nasi Goreng Seafood
Nasi Goreng Seafood adalah salah satu varian nasi goreng yang populer di warung atau kaki lima, terutama di daerah pesisir seperti Surabaya dan Medan. Hidangan ini memadukan nasi putih yang digoreng dengan campuran seafood segar seperti udang, cumi, dan kadang-kadang potongan ikan, lalu diberi tambahan sayuran seperti kol dan daun bawang. Cita rasanya gurih dan sedikit pedas, dengan aroma khas seafood yang langsung terasa. Nasi goreng ini biasanya disajikan panas, lengkap dengan emping, acar, dan irisan tomat, serta sering menjadi lauk utama saat makan malam. Dari segi nutrisi, Nasi Goreng Seafood mengandung sekitar 220 kalori per 100 gram, tergolong sedang untuk hidangan makan malam, dengan kadar protein yang lumayan (11 g) dari seafood. Namun, kandungan karbohidrat dan lemaknya juga perlu diperhatikan, apalagi jika porsi yang disantap cukup besar. Jika ingin lebih ringan, bisa minta nasi dikurangi atau gunakan lebih banyak sayur. Saat memesan di warung atau kaki lima, sebaiknya tanyakan soal minyak yang digunakan dan porsi seafood, karena itu sangat memengaruhi kadar lemak dan protein pada hidangan ini.
Ingredients
- Nasi putih matang – 300 gram
- Udang kupas – 50 gram
- Cumi potong – 50 gram
- Bawang putih – 2 siung, cincang halus
- Cabe merah keriting – 2 buah, iris tipis
- Kecap manis – 1 sendok makan
- Daun bawang – 1 batang, iris halus
- Minyak goreng – 1 sendok makan
How to Make
- 1Panaskan minyak goreng di wajan, tumis bawang putih dan cabe hingga harum.
- 2Masukkan udang dan cumi, aduk hingga berubah warna dan matang.
- 3Tambahkan nasi putih, aduk rata dengan bumbu dan seafood.
- 4Tuang kecap manis, aduk hingga merata dan nasi agak kering.
- 5Masukkan daun bawang, aduk sebentar lalu angkat dan sajikan panas.
Nutrition Facts
| Nutrient | Per 100g |
|---|---|
| Energy | 220.0 kcal |
| Protein | 11.0 g |
| Carbohydrates | 28.0 g |
| Total Fat | 7.0 g |
| Fiber | 2.0 g |
Cultural Notes
Nasi Goreng Seafood sering jadi pilihan utama di warung kaki lima malam hari di kota-kota pesisir. Variasinya dipengaruhi hasil laut lokal dan kreativitas pedagang.


