
Nasi Campur
Makan Siang • Indonesia
Tentang Nasi Campur
Nasi campur adalah salah satu menu makan siang populer di berbagai warung dan kaki lima, terutama di daerah Bali, Jawa, dan kota-kota besar Indonesia. Sajian ini terdiri dari nasi putih yang disajikan bersama aneka lauk, seperti ayam suwir, sate lilit, telur balado, sambal, serta tumisan sayur atau urap, menyesuaikan ketersediaan bahan di daerah masing-masing. Setiap warung atau rumah makan sering punya ciri khas lauk sendiri, sehingga variasi nasi campur sangat luas dari satu tempat ke tempat lainnya. Dari segi nutrisi, nasi campur relatif padat energi: sekitar 210 kalori per 100 gram, dengan 9 gram protein, 28 gram karbohidrat, serta 8 gram lemak. Karena lauknya sering berupa olahan daging, gorengan, dan kadang makanan bersantan, kalori "nasi campur warung" bisa meningkat cepat tergantung pilihan lauk serta porsi nasi. Untuk pilihan lebih sehat, kurangi lauk goreng dan perbanyak sayur di piring Anda. Kadang tersedia nasi campur versi nasi merah, yang seratnya lebih tinggi. Ketika Anda makan di warung, bisa minta porsi nasi lebih sedikit untuk mengontrol asupan kalori (kalori nasi campur akan lebih ringan dengan porsi sedang dan lauk rebus).
Ingredients
- 200g nasi putih
- 50g ayam suwir atau ayam goreng
- 1 butir telur rebus atau balado
- 20g urap atau tumis sayur
- 1 sdm sambal
- 1 tusuk sate (ayam atau lilit, khas Bali)
- Kerupuk atau rempeyek secukupnya
How to Make
- 1Siapkan nasi putih hangat sebagai dasar piring.
- 2Tata ayam suwir atau lauk daging pilihan di atas nasi.
- 3Tambahkan telur rebus atau balado di sisi nasi.
- 4Sajikan urap atau tumis sayur untuk pelengkap.
- 5Tuang sambal secukupnya di tepi piring.
- 6Tambahkan kerupuk atau rempeyek jika suka, dan sajikan.
Nutrition Facts
| Nutrient | Per 100g |
|---|---|
| Energy | 210.0 kcal |
| Protein | 9.0 g |
| Carbohydrates | 28.0 g |
| Total Fat | 8.0 g |
| Fiber | 2.0 g |
Cultural Notes
Nasi campur sudah lama jadi menu wajib di banyak warung karena fleksibilitas lauknya dan bisa menyesuaikan selera lokal. Setiap daerah di Indonesia bisa punya versi nasi campur khas sendiri.




